Pamit Latihan Bola, Bocah SD Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai

Mayat korban saat dinawa mobil ambulance
Loading...

BANYUWANGI/86 -- Seorang bocah berinisial YM (11) warga Banyuwangi ditemukan tewas di aliran Sungai Setail, Kecamatan Purwoharjo. Bocah ini sehari sebelumnya pamit latihan sepak bola di Stadion Brawijaya Purwoharjo.

Awalnya nenek korban, Kasirah, mengantar korban ke lapangan untuk latihan sepak bola pukul 13.00 WIB, Senin (18/2/2019).

Dan sekitar pukul 15.00 WIB, warga Dusun Tanjungrejo, Desa Sembulung, Kecamatan Clurin kembali ke lapangan untuk menjemput cucunya.

Namun menurut pelatih sepak bolanya, korban tidak mengikuti latihan dan tidak mengisi absen. Selanjutnya, nenek Kasirah bersama pihak sekolah melakukan pencarian terhadap korban.

Informasi dari teman korban, sebelumnya korban sempat pamit kepada temannya untuk cuci muka di sekitar Sungai Setail. Pencarian pun dilakukan ke sekitar sungai.

" Sekitar 100 meter dari Sungai Setail, ditemukan sandal berwarna kuning milik korban," kata Kapolsek Purwoharjo AKP Ali Ashari kepada wartawan, Selasa (19/2/2019).

Pencarian terus dilanjutkan pihak bersama warga dan polisi. Dalam pencarian itu ditemukan seragam sepak bola milik korban tak jauh dari Sungai Setail. Polisi juga menemukan celana dalam warna kuning milik korban yang diletakkan di bawah pohon bambu di pinggir sungai. Namun korban tidak ada di sekitar tempat itu.

Meski hari sudah gelap, namun pencarianpun tetap dilakukan. Namun upaya pencarian yang dilakukan malam itu belum membuahkan hasil.

Akhirnya, sekitar pukul 07.30 WIB tubuh korban ditemukan di Sungai Setail tepatnya bawah jembatan dalam kondisi telanjang. Korban tersangkut pada sebuah batu. Namun malang, korban saat itu diketahui sudah tidak bernyawa.

"Lokasi ditemukannya korban berjarak sekitar 500 meter dari lokasi penemuan pakaian korban," jelasnya.

Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke Puskesmas Purwoharjo untuk dilakukan visum. Ditemukan beberapa benjolan yang diduga akibat benturan dengan batu di sungai.

Pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi pada korban. Selanjutnya, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Ali Ashari menambahkan, korban diduga kuat terseret arus sungai.

Sebab dari keterangan warga sekitar, permukaan air Sungai Setail saat itu sedang naik. "Meski di sekitar sini tidak hujan deras, namun jika dibagian hulu sungai terjadi hujan, maka tinggi permukaan air akan bertambah," tegasnya. (detik.com)


[Ikuti Riau86.com Melalui Sosial Media]






Loading...

Tulis Komentar