Selama Melarikan Diri, Satu Pelaku Mutilasi Mayat Berjualan Nasi Goreng

Istimewa

SURABAYA/86 --- Pelaku mutilasi terhadap seorang guru honorer bernama Budi Hartanto asal Kota Kediri diduga merupakan penjual nasi goreng, warga Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Sujilah, salah seorang warga Desa/Kecamatan Sambi, Kabupaten Kediri mengatakan di rumahnya banyak anggota polisi. Mereka ke sebuah rumah yang dijadikan tempat berjualan nasi goreng, yang lokasinya tepat di samping rumahnya.

"Kemarin sekitar pukul 16.00 WIB banyak polisi, terus malamnya juga ramai-ramai ke tempat itu lagi. Bahkan ada yang di teras saya," kata Sujilah ditemui di rumahnya, Jumat (12/4).

Ia mengaku tidak tahu persis mengapa polisi banyak datang ke tempat itu. Ia bahkan tidak berani ke luar rumah dan hanya memantau dari dalam. Namun, saat disinggung siapa yang tinggal di warung tersebut, Sujilah mengatakan adalah seorang laki-laki masih remaja.

Ia berjualan nasi goreng, mi goreng ala Malaysia. Pemuda itu indekos di rumah tersebut, sekitar 10 hari, dan hanya berjualan sekitar tiga hari.

" Dia baru berjualan tiga hari, ada nasi goreng, mi goreng, warga Mangunan, (Desa Mangunan, Kecamatan Blitar). Dia juga masih remaja dan baru-baru ini saja tidak berjualan," ucap dia.

Lebih lanjut, ia mengatakan pernah suatu malam ia mendengar pemuda itu keluar rumah dengan ketakutan, teriak-teriak sendiri. Saat ditanya, ia merasa bahwa di pundaknya terasa berat, namun pastinya ada masalah apa tidak diketahui.

Ia juga mendengar dari para tetangganya, polisi datang terkait dengan penemuan kepala manusia pada sebuah dam di Desa Bleber, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri. Namun, terkait hubungan dengan pemuda itu, ia tidak tahu.

Sementara itu, saat disinggung terkait dengan keberadaan salon di dekat rumahnya, Sujilah mengatakan dulu memang ada salon yang dikelola oleh seseorang bernama Diana. Ia mirip dengan waria, namun saat ini salon itu sudah tutup.

"Yang Diana itu berteman dengan si pemuda tersebut," ungkap dia.

Sebelumnya, setelah melakukan pencarian hampir kurang lebih delapan hari akhirnya polisi menemukan bagian tubuh Budi Hartanto (28). Jasad warga Kediri ini sebelumnya ditemukan tah utuh di Jembatan Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Rabu (3/4) lalu, setelah diduga menjadi korban mutilasi.

"Lokasi penemuan kepalanya di Kediri," kata Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Frans Barung Mangera saat dikonfirmasi, Jumat (12/4).

Selain menemukan salah satu bagian korban, polisi juga membekuk pelaku pembunuhan guru honorer yang juga penari tersebut. Kedua pelaku ditangkap di Jakarta dan Kediri, semalam.

"Pelakunya juga sudah ditangkap di Jakarta dan Kediri. AP ditangkap di Jakarta dan AJ di Kediri," kata Barung.

Diketahui, penemuan mayat dalam koper, Rabu (3/4) pukul 07.00 WIB membuat geger warga Kabupaten Blitar. Koper berwarna hitam itu ditemukan pencari rumput di Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu.
Saat ditemukan, di dalam koper itu terdapat sesosok mayat tanpa bagian kepala. Polisi berupaya terus mengusut kasus tersebut. Hingga kini sudah memeriksa 18 saksi dan olah TKP ulang. (merdeka)


[Ikuti Riau86.com Melalui Sosial Media]






Loading...

Tulis Komentar