Harapan Caleg Terlampau Tinggi, Rentan Stres dan Gangguan Jiwa

ilustrasi stres
Loading...

JAKARTA/86 - Calon anggota legislatif yang bertarung dalam pemilihan umum atau pemilu 2019 berpotensi mengalami stres dan gangguan jiwa. itu terjadi karena spekulasi yang terlalu tinggi, sementara kenyataannya tidak sesuai. 

 

"Kalau memang spekulasinya terlalu tinggi, enggak punya uang, terlalu yakin menang, terus minjam uang ke mana-mana, punya utang menumpuk karena mungkin ekspektasinya enggak realistis akan mengalami gangguan jiwa," ujar psikolog politik Hamdi Moelek kepada Antara dihubungi lewat sambungan telepon di Jakarta, Kamis, 18 April 2019.

 

Menurut Hamdi, caleg yang memiliki modal sosial besar cenderung memiliki modal kapital yang kecil. Begitu pula sebaliknya. Dan gangguan jiwa cenderung tidak akan terjadi pada calon legislatif yang memiliki banyak uang yang memang berencana untuk menghabiskan uang.

 

"Harus realistis lah," kata dia. "Kalau sudah punya modal sosial di Dapil (Daerah Pemilihan), modal kecil. Tapi, kalau orang enggak punya modal sosial, pasti jor-joran, dan tidak realistis targetnya."

 

Tidak heran banyak selebriti memasuki ranah politik. Menurut Hamdi, mereka akan cenderung lebih percaya diri untuk mendapat lebih banyak suara. Meskipun, menurut Hamdi, popularitas bukan jaminan.

 

"Karena calon legislatif begitu banyak, pemilih cenderung melihat partai pengusungnya. Dengan begitu, partai lama yang diuntungkan," kata Hamdi.

 

Ia juga mengatakan, mereka yang "berspekulasi" lewat partai baru seharusnya tidak berekspektasi terlalu besar. 

 

Berdasarkan hitung cepat yang dilakukan Indo Barometer sampai Kamis siang, tujuh partai politik terancam tidak lolos parlemen setelah perolehan suara mereka masih berada di bawah empat persen. Mereka adalah Perindo, Partai Berkarya, Partai Solidaritas Indonesia atau PSI, Hanura, Partai Bulan Bintang atau PBB, Partai Garuda, dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia atau PKPI. (Tempo.Co)


[Ikuti Riau86.com Melalui Sosial Media]






Loading...

Tulis Komentar