Azuan Helmi: Jangan Jadikan Aksi 22 Mei Pemecah Belah Bangsa

Azuan Helmi SH
Loading...

 

SIMPANG KANAN/86 --- AKSI yang terjadi pada 22 Mei lalu menyisakan banyak cerita, baik cerita duka maupun cerita lainnya.  Dan bahkan tragedi tersebut juga mungkin tetap akan di kenang.

Bentrokan yang terjadi saat polisi membubarkan massa aksi tidak dapat di bendung,  polisi memaksa pendemo untuk bubar karena izin demonstrasi hanya sampai pukul 18.00 Wib saja. Dan itu sudah di sepakati oleh koordinator aksi.

Namun kericuhan mulai ketika massa aksi menolak untuk di bubarkan oleh aparat dengan alasan ada kawan mereka yang di tahan polisi karena di duga telah memprovokasi massa dengan polisi yang bertugas mengamankan.

Tokoh pemuda asal Kecamatan Simpang Kanan, Azuan Helmi SH lewat rilis yang diterima Riau86.com, Jumat (24/5/2019) malam mengatakan bahwa apa yang dilakukan massa aksi adalah melanggar ketentuan, apabila aksi masih di lanjutkan sampai batas waktu yang telah di tetapkan. "kita di bebaskan untuk melakukan aksi, tetapi aturan hukum wajib kita patuhi, tegas azuan.

Apalagi Diduga banyak provokator sebagai perusuh dalam aksi tersebut, mulai dari ditemukannya senjata api oleh aparat kepolisian yang di dapat di tengah aksi dan bukan milik TNI dan Polri.

" Pembakaran Mako Brimob dan pembakaran di sejumlah tempat serta penjarahan warung pinggir jalan, ini yang sangat di sesalkan dalam aksi, karena pada umumnya aksi yang baik adalah aksi yang berjalan dengan damai, " kata Azuan.

Bahkan Azuan menyebutkan, hal ini yang banyak di khawatirkan oleh banyak negarawan, dampak aksi 22 Mei ini akan berujung pada perpecahan antara anak bangsa. Dan yang bisa menghentikan ini adalah elit politik terutama Prabowo Subianto.

" Padahal sudah ada jalur konstitusional yang di siapkan sejak dulu untuk mempermasalahkan hasil pemilu, yaitu Mahkamah Konstitusi, sejak di umumkan pemenang maka calon yang merasa dirugikan dapat mengajukan gugatan ke MK paling lama 3x24 jam. Ini cara yang lebih baik karena akan menghindari bentrokan massa di lapangan," kata Azuan lagi.

" Dan semoga negara yang kita cintai ini tetap dilindungi serta terhindar dari bahaya laten perpecahan dan politik saling bentur-membenturkan atau politik adu domba, jangan sampai terjadi, " tutup Azuan. (Mas min)


[Ikuti Riau86.com Melalui Sosial Media]






Loading...

Tulis Komentar