Akibat Kabut Asap, Ratusan Warga Dumai Terjangkit Radang Tenggorokan

Kamis, 21 Februari 2019

Warga Kota Dumai mulai menggunakan masker akibat kabut asap

PEKANBARU/86 -- Dinas Kesehatan Kota Dumai, Riau menyatakan kabut asap sudah menggangu kesehatan masyarakat. Ratusan warga sudah terpapar sejumlah penyakit akibat menghirup udara tidak sehat.

Kepala Bidang Kesehatan Kota Dumai, Hafidz mengatakan, sudah terjadi peningkatan pasien sejak 13 Februari 2019 atau sejak Pemkot menetapkan status siaga kebakaran hutan dan lahan.

"Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan memang sudah berdampak kepada kesehatan masyarakat," kata Hafidz kepada wartawan, Kamis (21/2/2019).  

Dia menjelaskan, lonjakan penyakit akibat kabut asap terjadi pada 13 sampai 15 Februari 2019. Berbagai penyakit yang disebabkan kabut asap, kata Hapizh, adalah batuk, flu dan paling banyak adalah radang tenggorokan. Hal ini merupakan hasil rekap selama sepekan terakhir di sejumlah puskesmas.

" Paling banyak 15 Februari, yakni 2.025 kasus. Kalau hari biasa, dibawah 200 kasus. Untuk tanggal 16 sampai sekarang masih 200 kasus. Jadi memang fluktuasi," tutur dia.

Hafidz menerangkan, jumlah warga yang terpapar kemungkinan lebih banyak. Sebab, sebagian warga diperkirakan tidak mau memeriksakan diri ke rumah sakit atau puskemas.

"Kita juga melakukan penyuluhan tentang kabut asap ke warga. Jadi jika alami gejala sesak napas dan sakit tenggorokan segera memeriksakan diri'," ucap dia. (merdeka)