Jalan Lintas Penghubung Tiga Kecamatan Ini Rusak Parah

Jumat, 05 April 2019

Satu unit mobil memaksakan diri menerobos 'genangan' dijalan rusak

ROKANHILIR/86 --- Kondisi jalan lintas Kecamatan Tanjung Medan - kecamatan Pujud - Bagan Batu kecamatan Bagan Sinembah kembali mengalami kerusakan parah dan dipenuhi air bak 'kubangan kerbau'.

Pantauan di lapangan beberapa hari terakhir ini menyebutkan, bahwa titik jalan yang kini berubah menjadi kolam itu dapat ditemukan di sekitar kepenghuluan Pondok Kresek, kecamatan Tanjung Medan.

Diketahui bahwa jalan lintas ini merupakan jalan lintas provinsi yang notabene tanggung jawab Pemerintah Provinsi Riau, jalan ini menghubungkan tiga Kecamatan yaitu Kecamatan Tanjung Medan - Kecamatan Pujud dan kecamatan Bagan Sinembah.

Kondisi jalan ini nyaris tidak tersentuh dengan infrastruktur yang memadai dengan ketidak pedulian pemerintah atas rusaknya jalan ini membuat masyarakat kecewa atas kinerja pemerintah  yang terkesan dibiarkan rusak berkepanjangan.

Bahkan, menurut keterangan warga sekitar menyebutkan bahwa kondisi ini sudah terjadi sejak puluhan tahun. " Kondisi jalan ini semakin parah kalau hujan turun, " ungkap Salman salah seorang warga.

Akibatnya, lanjutnya lagi jalan akan sulit dilewati oleh kendaraan. " Selain licin, badan jalannya juga menjadi tergenang seperti ini. Sehingga praktis hanya mobil yang bisa lewat, sementara untuk kendaraan roda dua terpaksa harus mencari jalan alternatif," katanya.

Ungkapan senada juga diungkapkan oleh Simon salah seorang supir truk pengangkut Tandan Buah Sawit (TBS) yang selalu melintasi jalan ini sering mengeluh melihhat keadaan jalan ini.

" Terkadang uang jalan sering habis bila truk kami terpuruk, karena saya sering bermalam di jalan Pondok Kresek ini, apabila hujan susah melintasi jalan ini banyak truk dan mobil pribadi yang terpuruk dan melintang ditengah jalan," katanya.

Sementara itu Datuk Penghulu Pondok Kresek, Beni Fristiwadi mengatakan bahwa selama ini pihaknya telah berusaha melakukan perbaikan dengan cara bergotong royong

" Kami juga sebenarnya sudah peduli dengan keadaan ini dan sudah mengerahkan masyarakat untuk bergotong royong dengan menggunakan alat seadanya namun kerja itukan tidak maksimal bila di bandingkan dengan alat berat," katanya.

Namun, karena terlalu banyaknya titik jalan yang rusak sehingga menjadi kendala bagi pihaknya untuk memperbaiki jalan tersebut.

" Begitu banyak titik kerusakan yang harus diperbaiki, jadilah tidak mungkin kami sanggup untuk memperbaikinya, sejak saya kecil sampai saya menjadi penghulu pun jalan di Pondok Kresek ini tidak pernah bagus melainkan rusak parah yang tidak pernah berakhir," kata Beni. (Mas min)