Ketua Tim Pendampingan dan Audit UIR Tinjau 2 Proyek di Siak Kecil

Rabu, 24 Juli 2019

Ketua Tim Pendampingan dan Audit UIR, Prof Sugeng Wiyono, ketika meninjau kulaitas dan mutu pekerjaan proyek di Kecamatan Siak Kecil, bersama sejumlah pihak terkait, Selasa, 23 Juli 2019.

BENGKALIS/86 --- Guna memantau kembali progres pekerjaan proyek peningkatan jalan di Kecamatan Siak Kecil, Tim Pendamping dan Audit dari Universitas Islam Riau (UIR), melakukan pengecekan di dua titik pekerjaan, Selasa (23/7/2019).

Dipimpin langsung Ketua Tim Pendamping dan Audit, Prof Dr Ir H Sugeng Wiyono dan dibantu satu anggota, serta didampingi Kabid Pembangunan Jalan dan Jembatan, Dinas PUPR Bengkalis, Diongi, para rekanan diminta untuk melakukan beberapa perbaikan dari hasil pekerjaan.

" Kali ini kita kembali melihat progres dan hasil dari pekerjaan para rekanan di Kecamatan Siak Kecil. Kita menemui beberapa titik jalan yang sudah dibeton dalam keadaan retak. Tetapi dalam penelitian kita, keretakan ini terjadi bukan karena bahan materialnya yang tidak bagus atau mutu yang tidak sesuai spesifikasi, namun hal ini disebabkan oleh beberapa hal teknis pekerjaan," ungkap Sugeng.

Pertama, lanjutnya, karena faktor terlalu lama jeda pemotongan sekmen dari jalan yang sudah dibetonisasi, yang seyogyanya harus kurang dari 10 jam setelah dibeton, namun pada teknisnya ternyata lebih.

" Ini juga ada faktor kondisi cuaca yang cukup panas, sehingga terjadi penyusutan dan membuat beton menjadi retak. Tetapi keretakan ini bukan dari bawah, melainkan pada bagian permukaan jalan," paparnya.

Namun hal itu tetap diminta untuk dibenahi oleh Guru Besar Teknik Sipil Fakultas Teknik UIR ini, sehingga tidak menimbulkan kepecahan terhadap hasil betonisasi yang dikerjakan.

“Kita berikan koreksi dan meminta agar rekanan melakukan perbaikan jauh lebih kuat dari bahan semula, yakni dengan menggunakan metode injeksi sika. Kekuatan injeksi ini lebih besar ketimbang beton,” ungkap Sugeng.

Keretakan ini terjadi di dua proyek reguler peningkatan jalan Jalan Sungai Linau-Tanjung Damai, yang dikerjakan PT Unggul Sokaja-PT Karindo Jaya Mandiri,KSO dan peningkatan jalan Sumber Jaya-Tanjung Damai yang dikerjakan PT. Tata Inti Sepakat.

Sementara khusus untuk PT. Tata Inti Sepakat, Sugeng juga memberikan evaluasi terhadap kerusakan lantai kerja yang memang sudah dan akan dibongkar serta dibuat kembali oleh rekanan yang mengerjakan peningkatan jalan Sumber Jaya-Tanjung Damai itu.

" Lantai kerja yang rusak ini sebaiknya tidak dibuang tetapi dihancurkan dan dipadatkan ditempat itu juga, sebagai perkuatan tanah dasar dan sub base sebelumnya. perkuatan ini perlu karena kondisi tanah dasar yang sangat lunak, tanah gambut. sebelumnya kami juga mengusulkan penambahan tebal sub base atau lapisan plndasi bawah, namun karena alasan teknis hal ini tidak dilaksanakan,” sebutnya.

Profesor ini juga mengaku pihaknya terus mengontrol mutu dan kuantity pekerjaan bersama konsultan pengawas (yang harus standby di lapangan). Setiap hari pengecoran minimun diambil dua sample balok untuk diuji mutunya di laboratorium.

Dan, ada batas toleransi dalam penerimaannya baik mutu dan tebalnya, kalau tidak memenuhi akan dipotong pembayarannya bahkan tidak dibayar. Pekerjaan ini mutu dan kuantity juga terus dikontrol bersama-sama konsultan pengawas (yang harus standbye di lapangan).

Setiap hari pengecoran minimun diambil 2 sample balok untuk diuji mitunya di laboratorium. ada batas toleransi dlm penerimaannya baik mutu dan tebalnya dan kalau tidak memenuhi akan dipotong pembayarannya bahkan tidak dibayar.

" Inilah salah satu tugas audit kami.  Tim UIR akan secara rutin melakukan monitoring langsung ke lokasi pekerjaan proyek, baik terhadap mutu maupun kuantitas dari yang dikerjakan para rekanan,”tutupnya.  (rilis/Riau86.com)