Pagar SMAN 3 Bathin Solapan Tutup

Pihak Orang Tua Wali Murid Kecewa

Loading...

DURI  - Lagi-lagi Penerimaan Siswa Baru (PSB) di Sekolah Menengah Atas (SMA) kembali dikeluhkan oleh orang tua wali murid. Yang anehnya kebijakan yang diambil oleh pihak Provinsi Riau yang mana bahwa tingkat SMA sekarang dikelola dan diatur oleh Provinsi Riau banyak menimbulkan polemik dan keresahan orang tua wali murid. 

 

 

Hasil pantauan awak media di lapangan, Jumat (7/7) di SMAN 3 Kecamatan Bathin Solapan Kabupaten Bengkalis para orang tua wali murid yang ingin melakukan daftar ulang tidak dibenarkan masuk ke perkarangan sekolah oleh pihak sekolah. Ratusan oranh tua wali murid yanh ingin mendaftar ulang kini harus menunggu di depan pagar sekolah tanpa ada kejelasan dan kepastian kapan akan bisa dilaksanakn daftar ulang.

 

Salah seorang orang tua wali murid, Eli kepada Wartawan, Jumat (7/7) menuturkan. 

 

"Saya kesini ingin melakukan daftar ulang. Anak saya ini lulus saat mengikuti pendaftaran secara online, namun yang menjadi pertanyaan kami kenapa pihak sekolah melaranh kami masuk untuk melakukan daftar ulang. Saya disini sudah sejak pukul 08.00 wib pagi tadi hingga sekarang pukul 09.00 belum juga ada kejelasan, "terang Eli.

 

Sementara itu ternyata di dalam salah satu gedung sekolah pihak panitia sekolah sedang melaksanakan rapat tertutup dengan sejumlah pihak dan tidak diketahui dengan pihak siapa sedang rapat tertutup tersebut. 

 

Saat dikonfirmasi ke Kepala SMAN 3 Bathin Solapan melalui Wakil Kesiswaan Dondian Putra, Spd. mengatakan akan merespon dan memperjuangkan tuntutan warga serta terkait ditutup pagar sekokah tersebut. 

 

"Saat ini kepala sekolah sedang ke Pekanbaru untuk memperjuangkan hal ini. Memang sesuai dengan juknis ada sebanyak 40 persen kuota dari anak lingkungan, namun karena jumlah calon siswa lingkungan mencapai 200 orang maka kita melakukan seleksi dengan ranking dan yang dapat kita terima sebanyak 154 orang. "Kata Dondian.

 

Untuk hal tersebut kata Dondian pihaknya sudah bekerja sama dengan pihak desa. Untuk menentukan warga lingkungan.

 

"Kita sudah kordinasi dengan pihak pemerintah desa Simpang Padang untuk data warga lingkungan ini dan sudah dikumpulkan KK asli dari warga. Mudah-mudahan hal ini dapat diatasi dengan baik, "imbuhnya.

 

 

Sementara itu orang tua wali murid yang mana anaknya telah lulus seleksi dengan sistem online di minta oleh perwakilan sekolah untuk pulang dan membubarkan diri. Para orang tua wali murid diminta untuk kembali datang esok hari (Sabtu,red) pembubaran kepada orang tua tersebut dilakukan pada pukuk 11.00 wib. (Amor)

 


[Ikuti Riau86.com Melalui Sosial Media]






Loading...

Tulis Komentar