Pemuda Dalam Dinamika Politik

Azuan Helmi
Loading...

Oleh : Azuan Helmi (Dewan Pembina Hippmasika)

Dewasa ini politik menjadi hal yang tidak tabu lagi dalam kehidupan masyarakat. Terlebih dalam tahun ini akan ada suatu kontestasi politik secara bersamaan yaitu pemilihan Presiden, DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten / Kota dan DPD RI.

Ini adalah cara berdemokrasi di Indonesia, yaitu bagaimana setiap masyarakat dapat memilih mana yang mereka anggap dapat membawakan aspirasi mereka untuk di tindak lanjuti.

Dalam Suasana demokrasi yang semakin meriah dan memanas ini,  tentu kita semua warga indonesia harus memahami pentingnya persatuan dan kesatuan serta dapat menghargai setiap pilihan dari masing-masing orang tanpa mengurangi sikap toleransi dan persaudaraan di antara kita hidup berbangsa dan bernegara.

Dalam Pidatonya di Konferensi Pemuda Indonesia pada Sabtu tanggal 9/03/2019 di Medan, Sumatera Utara.

Bahwa dalam menyikapi suasana demokrasi yang memanas ini adalah dengan melebur kesemuaannya itu dalam nuansa damai dan bersahaja. Kita semua harus dapat menghargai setiap pilihan seseorang atas pemimpinnya, jangan kita berpecah belah, saling salah menyalahkan,  saling hujat menghujat, saling benci karena beda pilihan politik, karena pada dasarnya fhilosofi memilih adalah menentukan gaya hidup berdemokrasi.

" Sehingga kita diberikan kewenangan oleh UU untuk memilih berdasarkan pilihan kita masing-masing, tidak ada paksaan sama sekali. Karena pilihan kita adalah marwah demokrasi di Republik ini," katanya.

Apalagi sebagai Pemuda kita harus menjadi filter bagi demokrasi, yang dapat memberi pencerahan, memberi masukan yang baik dan bijaksana, memberi pendidikan politik yang seharusnya sesuai aturan yang berlaku dan menjadi panutan masyarakat dalam gaya berdemokrasi.

Dalam wawancara ekslusif kami, Azuan juga menyampaikan bahwa pemuda adalah sebagai agen perubahan, sebagai sosok pengontrol sosial, sebagai penjaga marwah konstitusi dan sebagai mitra kritis pemerintah.

Sehingga tujuan mulia pemuda adalah karena pengabdian kepada masyarakat, itu pointnya.
Dalam Suasana tahun politik ini, mari kita semua bangsa indonesia saling dukung terhadap pilihan politik seseorang, mari kita saling mengasihi dan saling menyayangi agar suasana politik yang memanas ini kembali dingin karena pemuda. Kita sikapi suasana politik ini dengan hati yang bersih.

" Dan jangan kita saling benci, karena setelah Tahun ini semua selesai. Jangan sampai kita belum selesai karena persoalan politik ini saja, " tutup Azuan.


[Ikuti Riau86.com Melalui Sosial Media]






Loading...

Tulis Komentar