Viral! 52 Warga Ponorogo Pindah ke Malang karena Isu Kiamat

Petikan postingan

PONOROGO/86 --- Sebanyak 52 warga Desa Watu Bonang, Kecamatan Badegan, Ponorogo, berbondong-bondong pindah ke Malang karena isu kiamat. Kepindahan warga disertai dengan penjualan semua aset mereka untuk biaya hidup di Malang.

Peristiwa itu viral setelah diunggah oleh salah satu warga net Rizky Ahmad Ridho melalui laman Facebook Info Cegatan Wilayah Ponorogo (ICWP) pada Senin (11/3) sekitar pukul 10.14 WIB.

"#kepoinfo seng omahe watu bonang enek ora jarene lemah' pdo.di dol.gek pindah neg malang kae kronologine pie.. Seng 2 krngu" jarene kenek doktrin seng kiamat disek dwe daerah kno gek jarene neh kui gae jaket MUSA AS..kui aliran opo lurrr.samarku mbat brawek neg daerah" lio..Ngnu wae..mergo rdok nyamari babakan ngne kie wedi ko mbat di gae edan lak io.jembuk (#kepoinfo yang rumahnya di Watu Bonang ada apa tidak.

Katanya tanah semua dijual terus pindah ke Malang itu gimana kronologinya. Dengar-dengar katanya kena doktrin yang kiamat pertama daerah situ dan katanya ada yang pakai jaket MUSA AS. Itu aliran apa, khawatirku merembet ke daerah lain.

Gitu aja. Soalnya agak membahayakan bab seperti ini takutnya malah membuat orang gila)," berikut tulisan yang diunggah Rizki dalam Grup ICWP.

Unggahan tersebut mendapat 1.300 komentar dan 985 like dari warga net. Salah satu warga net yang turut buka suara yakni Muhtar Tatung.

"Gonku enek mas mobile montore sapine didol jare 4thun engkas rep kiamat.wong tuane sak anak bjone diajak neng malang.jare rep ngibadah tohok (Di tempatku ada mas, mobil, motor, sapi dijual katanya 4 tahun lagi mau kiamat. Orang tua bersama anak dan istrinya diajak ke Malang mau beribadah saja)," tulis Muhtar.

Sementara warga net dengan akun Che Chipruetz Philhaophipholhepher menyampaikan jika rumah-rumah warga yang pindah ke Malang dijual dengan harga relatif murah. Termasuk binatang peliharaan beserta kandangnya.

"Lemah sak omah gur diD0l 20 juta Lurrr,,, Gek kandang sak sapine gur 8 juta,,,,,. (Tanah dan rumah cuma dijual seharga Rp 20 juta, kandang dan sapinya cuma Rp 8 juta)," tulis Che Chipruetz.

Komentar warga net terus bertambah. Terlebih grup ICWP memiliki 446.573 anggota. Dan hingga berita ini ditayangkan, masih dicari kebenaran kabar tersebut ke perangkat desa setempat. (detik.com)


[Ikuti Riau86.com Melalui Sosial Media]






Loading...

Tulis Komentar